Bot Telegram ini memungkinkan skrip, server, atau layanan lain mengirim pesan kepadamu lewat request HTTP atau webhook, tanpa menjalankan bot sendiri.
| # | Bot | Harga | Bahasa | Inline | Grup | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | @HealthchecksBot | Freemium · Paket Hobbyist: 20 tugas dan 100 entri log per tugas, termasuk peringatan Telegram | EN | tidak | ya | 76 |
| 2 | @beep_notifine_bot | Gratis | EN | tidak | ya | 69 |
Kami mencari bot yang menerima request dari kodemu dan mengantarkannya ke chat, lalu mencocokkan masing-masing dengan kode sumber atau dokumentasi vendor serta halaman t.me-nya. Telepush, perantara paling dikenal untuk tugas ini, dikeluarkan: layanan hosted-nya menyatakan sudah dihentikan dan repositorinya diarsipkan. Zapier, Make, dan n8n terhubung ke Telegram lewat bot yang kamu buat sendiri, jadi mereka tidak punya bot untuk dicantumkan. Untuk yang tersisa, kami mencatat cara menghubungkan, isi request yang didukung, apa yang gratis, dan siapa yang bisa mengirim ke chat-mu.
Cara paling andal menerima pesan dari kode adalah Bot API itu sendiri: buat bot di BotFather, kirim /start ke bot itu, lalu panggil sendMessage dengan token dan ID chat-mu. Bot tidak bisa mengirim pesan duluan, jadi langkah /start penting. Perantara membuatmu tidak perlu menyimpan token di setiap skrip: Beep Beep (@beep_notifine_bot) memberi chat URL webhook sendiri dan memposting teks yang kamu kirim ke sana. Harganya adalah kepercayaan, karena pesanmu melewati server orang lain.
Kadang pesan yang berguna justru pesan yang tidak datang. Healthchecks.io (@HealthchecksBot) memberi setiap tugas URL ping: panggil saat berhasil, tambahkan /fail saat error, dan ping yang hilang berubah menjadi peringatan Telegram setelah waktu toleransi. Untuk backup dan cron job, ini lebih andal daripada perantara biasa yang hanya bicara jika skripmu masih bisa berjalan.
IFTTT punya bot terverifikasi sendiri (@IFTTT) dan bisa memposting ke Telegram saat webhook terpicu, tetapi layanan Webhooks termasuk paket Pro. Zapier, Make, dan n8n juga bekerja dengan Telegram, lewat bot yang kamu buat di BotFather, jadi kamu tetap mengelola token. Apa pun pilihanmu, perlakukan URL webhook dan token sebagai rahasia: siapa pun yang memilikinya bisa mengirim ke chat-mu.
Buat bot di @BotFather, tekan Start di bot itu, lalu panggil sendMessage dengan token bot dan chat_id milikmu, karena bot tidak bisa mengirim pesan duluan. Agar token tidak ada di skrip, Beep Beep (@beep_notifine_bot) memberi chat-mu URL webhook, dan teks dari request POST apa pun ke URL itu masuk sebagai pesan.
Panggil getWebhookInfo: hasilnya menampilkan galat pengiriman terakhir dan jumlah pembaruan yang menunggu. Penyebab umumnya URL tanpa HTTPS atau sertifikat yang ditolak Telegram. Selama webhook terpasang, getUpdates tidak berfungsi: kedua mode itu saling meniadakan.
Sertakan secret_token saat memanggil setWebhook: Telegram akan mengirimkannya di header X-Telegram-Bot-Api-Secret-Token pada setiap permintaan. Tolak permintaan tanpa header itu atau dengan nilai berbeda, karena URL webhook saja bukan rahasia.