Bot Telegram terbaik untuk GitHub, GitLab & CI

Bot-bot ini membawa event repositori dan CI ke Telegram: issue baru, merge request yang menunggu review, pipeline yang gagal. Bagi tim kecil, sebuah kanal dengan notifikasi seperti ini menggantikan dashboard yang tidak pernah dibuka siapa pun.

Dua bot berbagi posisi teratas dalam peringkat ini: GitHub (@GitHubBot), yang berlangganan repositori publik dan mengirim issue, pull request, dan push ke sebuah chat dengan balasan langsung dari Telegram, serta Notifine for GitLab (@gitlab_notifine_bot), jembatan open-source berbasis Rust untuk push, merge request, dan pipeline. Keduanya gratis; Github Release Bot (@github_release_bot) adalah pilihan ringan jika kamu hanya ingin tahu kapan sebuah dependensi merilis versi baru.

Diperiksa 4 September 2026

8 botPeringkat
01GitHub
GitHub@GitHubBotGratis

Bot yang sudah lama berjalan dan berlangganan ke repositori publik GitHub, lalu mengirim issue baru, pull request, push, dan event lainnya ke chat atau channel, dengan opsi membalas issue langsung dari Telegram. Gratis, antarmuka bahasa Inggris, tidak perlu token akses repositori untuk repo publik.

70 / 100
Skor
Buka

Perbandingan

#BotHargaBahasaInlineGrupSkor
1GitHub @GitHubBotGratisENtidakya70
2Notifine for GitLab @gitlab_notifine_botGratisENtidakya70
3Gitlab @gitlab_botGratisENtidakya63
4Github Release Bot @github_release_botGratisENtidakya63
5Notifine for GitHub @github_notifine_botGratisENtidakya62
6CircleCI @circleci_botGratisENtidakya62
7JenkinsBot @jenkins_botGratisENtidakya61
8Repo Watch Bot @repo_watch_botGratisENtidakya55
Subtopik terdekat

Cara kami memilih

Kami menghubungkan setiap bot ke repositori uji coba, lalu membuka issue, melakukan push commit, membuat pull request, dan menjalankan pipeline yang sengaja dibuat gagal. Kami mengukur jeda waktu sebelum setiap event muncul di Telegram, memeriksa isi pesannya — penulis, branch, tautan, ringkasan diff — apakah event bisa difilter per repositori, dan apakah bot membutuhkan token dengan akses lebih besar daripada yang benar-benar dipakainya.

Metodologi lengkap →

GitHub, GitLab & CI

Repositori publik atau milik sendiri

Untuk repositori publik GitHub, bot GitHub tidak membutuhkan token: berlangganan berdasarkan nama, dan event pun mulai mengalir. Repositori privat dan GitLab membutuhkan webhook: kamu menambahkan URL bot di pengaturan repositori dan memilih event yang akan dikirim. Notifine bekerja seperti ini untuk GitHub, GitLab, dan Trello, dan mempublikasikan kode sumbernya, sehingga kamu bisa memverifikasi apa yang dilakukannya terhadap payload atau meng-hosting-nya sendiri.

Event mana yang perlu diteruskan

Kanal yang melaporkan setiap push akan berubah menjadi kebisingan dalam sehari. Mulailah dengan pull atau merge request, permintaan review, dan kegagalan pipeline; tambahkan push hanya untuk branch utama. Notifikasi rilis adalah kebutuhan tersendiri: Github Release Bot memantau repositori publik untuk tag baru, cara termudah untuk melacak dependensi tanpa email watch bawaan GitHub.

CI dan pemantauan

Hasil pipeline dari GitLab CI datang lewat bot GitLab; CircleCI punya bot tersendiri untuk status build. Untuk gambaran yang lengkap, gabungkan dengan bot pemantauan situs seperti UptimeRobot, sehingga deploy yang merusak production muncul di kanal yang sama dengan pipeline yang merilisnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah bot-bot ini bekerja dengan repositori privat?

Ya, melalui webhook yang kamu tambahkan di pengaturan repositori; mode tanpa token pada bot GitHub hanya mencakup repositori publik.

Bisakah saya hanya menerima notifikasi untuk pipeline yang gagal?

Di GitLab, pilih event pipeline pada webhook dan filter berdasarkan status di pengaturan bot; bot CircleCI melaporkan status setiap build.

Apakah ada bot untuk rilis baru sebuah library?

Github Release Bot mengirim notifikasi ke sebuah chat setiap kali repositori publik menerbitkan release atau tag baru.

Apakah bot-bot ini gratis?

Semua bot dalam peringkat ini gratis; Notifine bersifat open source dan bisa di-hosting sendiri.