Cara membuat bot Telegram sendiri
Panduan langkah demi langkah untuk membuat bot Telegram dengan @BotFather, melindungi tokennya, dan menjalankannya dengan kode atau pembuat bot no-code.
Bot Telegram adalah program kecil yang berkomunikasi dengan pengguna melalui aplikasi Telegram, dan setiap bot dimulai dengan cara yang sama: Anda mendaftarkannya melalui bot pembuat bot resmi milik Telegram, @BotFather, yang memberi Anda token otorisasi unik. Dari sana, Anda bisa menulis kode yang menggunakan token itu agar bot bisa merespons, atau menghubungkannya ke pembuat bot no-code yang menangani pemrogramannya untuk Anda. Panduan ini membahas kedua jalur tersebut, ditambah dasar-dasar keamanan token dan hosting yang berlaku pada keduanya.
Mendaftarkan Bot dengan @BotFather
Setiap bot Telegram memulai hidupnya di dalam chat dengan @BotFather, bot resmi Telegram yang membuat dan mengelola bot lain.
- Buka Telegram dan cari @BotFather, atau buka tautan t.me/BotFather. Perhatikan tanda centang yang menandainya sebagai bot resmi sebelum melanjutkan.
- Kirim /start untuk melihat daftar perintah yang tersedia, lalu kirim /newbot untuk mulai membuat bot.
- Saat diminta, kirim nama tampilan bot — ini adalah nama yang dilihat orang di dalam chat, dan Anda bisa mengubahnya nanti.
- Saat diminta, kirim username untuk bot. Username harus unik di seluruh Telegram dan diakhiri dengan "bot" atau "Bot" (misalnya, MyRecipesBot).
- Jika username tersedia, @BotFather mengonfirmasi bot baru Anda dan mengirimkan token otorisasi dalam pesan yang sama.
Token itu adalah satu-satunya hal yang Anda butuhkan agar bot benar-benar berfungsi — dan satu-satunya hal yang tidak boleh Anda bagikan kepada siapa pun.
Memahami dan Melindungi Token Bot Anda
Token yang diberikan @BotFather pada dasarnya adalah kata sandi bot Anda: siapa pun yang memilikinya dapat mengirim pesan atas nama bot Anda, membaca apa yang diterimanya, dan mengubah pengaturannya melalui Bot API. Perlakukan token sesuai dengan itu.
- Jangan pernah mempublikasikannya di chat publik, repositori kode publik, tangkapan layar, atau tiket dukungan.
- Jika Anda menempelkannya ke dalam kode, simpan di variabel lingkungan (environment variable) atau file konfigurasi yang tidak dibagikan atau diunggah ke mana pun secara publik — bukan diketik langsung ke dalam skrip yang mungkin Anda tempel di tempat lain nantinya.
- Jika Anda pernah curiga token telah bocor, kirim pesan ke @BotFather, pilih bot Anda, dan gunakan opsi untuk membuat token baru — token lama langsung berhenti berfungsi.
@BotFather juga tempat Anda mengelola semua hal lain tentang bot setelahnya: deskripsinya, foto profil, daftar perintah, dan pengaturan seperti mode inline atau privasi grup, semuanya melalui perintah menu sederhana seperti /setdescription atau /setcommands.
Membangun Logika Bot: dengan Kode atau No-Code
Token hanya membuat bot itu ada — sesuatu masih harus memberi tahu bot cara merespons. Ada dua jalur umum:
- Menulis kode. Dengan menggunakan token, Anda bisa memanggil Bot API Telegram secara langsung, atau menggunakan pustaka (library) dalam bahasa seperti Python, JavaScript, atau Go yang membungkus API tersebut. Program Anda mendengarkan pesan masuk dan mengirim balasan, menangani perintah seperti /start atau teks apa pun yang dikirim pengguna.
- Menggunakan pembuat bot no-code. Jika Anda tidak ingin menulis kode, layanan pembuat bot memungkinkan Anda merancang percakapan dengan menu, tombol, dan blok logika sederhana, lalu menghubungkan token @BotFather Anda untuk menjalankannya. Cara ini mengorbankan sedikit fleksibilitas demi pengaturan yang jauh lebih cepat, dan menjadi titik awal yang wajar untuk bot FAQ sederhana, bot pengingat, atau toko dasar.
Jalur mana pun yang Anda pilih, token dari @BotFather adalah yang menghubungkan logika Anda — kode atau no-code — dengan chat Telegram yang sesungguhnya.
Membuat Bot Anda Online: Dasar-Dasar Hosting
Berbeda dengan akun Telegram biasa, bot hanya berfungsi selama program yang meresponsnya benar-benar berjalan. Program itu memerlukan tempat untuk berjalan terus-menerus:
- Komputer Anda sendiri. Cocok untuk pengujian, tetapi bot menjadi offline begitu Anda menutup program atau mematikan komputer.
- Server cloud kecil. Berjalan sepanjang waktu secara independen dari perangkat Anda sendiri; Anda bertanggung jawab menjaga server itu sendiri tetap diperbarui dan berjalan.
- Hosting milik pembuat bot no-code itu sendiri. Jika Anda menggunakan pembuat bot dari langkah sebelumnya, biasanya ia menjalankan dan meng-hosting bot Anda sendiri, sehingga tidak ada langkah hosting terpisah yang perlu diatur.
Apa pun opsi yang Anda pilih, ada baiknya menambahkan bot atau layanan pemantau yang memberi tahu Anda jika server bot Anda offline. Bot yang diam-diam berhenti merespons selama berhari-hari tanpa disadari siapa pun adalah salah satu cara paling umum proyek kecil kehilangan penggunanya.
